Proyek Normalisasi dan TPT Saluran Irigasi DI Barugbug Dinilai Proyek Siluman

      PANTURA (MGO) - Proyek pekerjaan pemasangan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan Normalisasi Saluran Irigasi  DI Barugbug diduga proyek siluman. Pasalnya kedua pekerjaan tersebut yang dikerjakan di dua titik lokasi tidak dipasang papan proyek, tidak ada direksi kit, pelaksana teknis, pengawas dan terkesan pihak konsultan yang jor-joran.

      Akibat proyek tersebut tidak memiliki legalitas yang jelas sehingga publik tidak tahu siapa Kuasa Pengguna Anggaran dan dari mana asal anggrannya, berapa nilai anggaran, siapa pelaksananya, siapa peltek dan pengawas dari KPA/PPK nya dan dari mana konsultan dan perusahaannya.

      Hasil investigasi Kepala Divisi Investigasi & Data, Ajum Junaedi melaporkan hasil kerjanya kepada Ketua Ormas Gival, Sabtu (11-8-2012) dan pada hari Minggu melakukan investigasi bersama ke dua lokasi pekerjaan pemasangan TPT dan normalisasi saluran Barugbug Dusun Keboncau Desa Barugbug Kecamatan Jatisari, Karawang Jawabarat.

      Investigasi pertama berada dilokasi pekerjaan normalisasi saluran irigasi Tanjung Desa Tanjungrasakidul, Kec.Patokbeusi, Subang Jawabarat. Dilokasi kegiatan ditemukan kurang baiknya pekerjaan normalisasi, baik adanya pengambilan lumpur maupun perapihan sekitar tanggul acak-acakan dan hasil pekerjaan akan cepat rusak ketika tertimpa air, karena perataan tanggul menggunakan lumpur setempat.

      Demikian pula pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di lokasi pintu bagi Tanjung, yakni penggunaan pasir tidak sesuai bestek, penggunaan semen tidak seimbang, pekerjaan pemasangan batu asal-asalan, dan pemasangan pondasi TPT pun menyalahi bestek karena pelaksanaan pekerjaan tanpa gambar yang terkesan dikira-kira saja.

      "Saya hanya pekerja biasa pa, soal papan proyek, gambar proyek dan lainnya saya tidak tahu pak,"ujar sejumlah pekerja yang sedang melaksanakan pekerjaan tanpa ada Peltek, Pengawas maupun Konsultan.

      Sementara itu pekerjaan normalisasi yang sedang berlangsung di saluran irigasi Situ Dam Barugbug Dusun Keboncau Desa Barugbug Kec.Jatisari, Karawang Jawabarat pun pekerjaan dikerjakan berdasarkan kira-kira, karena ketika dilokasi pekerjaan tidak nampak papan proyek, ada Peltek, Pengawas maupun Konsultan.

      Pekerjaan Normalisasi yang menggunakan mesin berat Eksapator (Beko) ketika melakukan pekerjaan normalisasi yakni lumpur yang diangkat tidak dibuang akan tetapi langsung dibuang dibibir tanggul dan langsung dibentuk tanggul, bahkan masih adanya rumput yang masih menempel dibibirl tanggul ditindih dengan lumpur.

      Sementara pekerjaan pemasangan TPT yang berdekatan dengan pintu pembagi Situ Dam Barugbug disana nampak belasan orang yang sedang menggali pondasi, membentuk batu, dan memasang batu. Disayangkan dilikasi pekerjaan tidak ada yang bisa memberikan keterangan karena dilokasi hanyalah pekerja adapun ada seorang pengawas dari pengairan (Oyok) langsung kabur entah kemana.

      Yang mengaku seorang mandor bernama Asep H. pun tidak bisa memberikan keterangan, bahklan ketika dititipi sebuah surat pun awalnya agak keberatan walau ahirnya mau menerima."Saya engga ada kapasitas apa-apa, jadi saya enggak bisa beri keterangan apapun,"ucap Asep.

      Sementara itu Iwan yang katanya seorang pelaksana teknis dari pihak kontraktor tidak bisa berada dilapangan karena dia sedang sibuk melengkapi data-data, bahkan dia menyarankan agar MGO dan Kepala Divisi Investigasi untuk menghubungi Yayan yang belum belum Dia kenal."Saya engga tahu Yayan itu siapa dan dari mana asalnya, yang jelas arahan dari kantor saya harus menyampaikan itu ke bapak,"jelas Iwan.

      Yang katanya seorang pengawas dari pengairan, ahirnya mengaku bahwa dia adalah benar seorang pengawas, namun ketika ditanya proyek yang tidak ada papan proyek, direksi kit, Peltek, Pengawas dari KPA maupun Konsultan pengawas Oyok tidak menjawabnya."Benar pak saya pengawas, kira-kira ada apa ya, maaf ya saya sedang dijalan,"ucap Oyok melalui ponselnya.(*).

        • Dibaca: 600 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
        banner