Dibawah Naungan Bangunan Atap Rusak Murid Kelas VI Belajar Sambil Tiarap

      SUBANG (MGO) - Hari gini masih ada murid sekolah belajar sambil tiarap, hal itu dialami oleh Murid kelas VI SDN. Tresnawinaya Cilamaya Hilir, Blanakan, Subang, Jawabarat.Selain belajar sambil tiarap juga 4 ruang kelas rusak parah karena pada saat musim hujan atap bocor.

      Menurut keterangan sejumlah guru dan Kepala SDN.Tresnawinaya bahwa siswa kelas VI belajar sambil tiarap sejak awal tahun pelajaran 2011-2012, pun sejumlah kelas lainnya masih ada yang kekurangan meubeler bangku murid dan mebeuler meja guru.

      Sedangkan kondisi bangunan sekolah sebanyak 2 unit terdiri dari 4 ruang kelas yang digunakan oleh kelas I sampai dengan kelas VI ditempati oleh sebanyak 132 murid sejak tahun 1997 belum memperoleh bantuan pembangunan/rehabilitasi dari pemerintah dari program Dinas Pendidikan Subang baik dari anggaran DAK, DAU, ABT, Rosering, dana Aspirasi maupun anggaran lainnya.

      "Ya pak siswa kelas enam belajar dilantai baru tahun ini, namun kerusakan bangunan sekolah sejak tahun 1997 belum pernah mendapatkan, kecuali dari anggara dana BKUD/K, itu pun tidak mencukupi,"jelas Kepala SDN.Tresnawinaya, Didin Wahyudin, SPd.

      Kerusakan yang terparah, dilanjutkan Didin, sejak 4 tahun ini, padahal setiap tahun telah mengajukan proposal pengajuan bantuan pembangunan/rehabilitasi bangunan sekolah, namun hingga tahun ini (2012) belum mendapatkan.

      "tapi maaf pak, saya tidak bisa menunjukan copy proposal pengajuan karena arsipnya disimpan didalam lemari, lemarinya kehujanan karena atapnya bocor sehingga arsip yang bapak minta telah rusak,"aku Didin.

      Kepala UPTD. Pendidikan Blanakan, Drs. Acep Akbaria, MSi. melalui Kasi Sarana UPTD. Pendidikan Blanakan, Ismunandar menjelaskan bahwa pihaknya tidak tahu apabila SDN.Tresnawinaya tidak mendapatkan bantuan rehabilitasi bangunan sekolahnya. Akan tetapi sesuai dengan daftar usulan penerima bantuan DAK bidang pendidikan Kecamatan Blanakan yang dikirimkan ke Dinas Pendidikan Subang dari sebanyak 24 sekolah termasuk Tresnawinaya yang mendapatkan sebanyak 5 SD, dan yang mendapatkan anggaran aspirasi APBNP sebanyak 3 sekolah tidak termasuk SDN.Tresnawinaya.

      "Tugas kami hanya mengusulkan, sementara yang menentukan pihak dinas dengan mekasnisme yang ada,"jelas Ismunandar.

      Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Drs. Asep Muslihat, MSi ketika ditanyakan persoalan tersebut agar MGO menanyakan kepada Kabid TK/SD Disdik Subang kemudian Kabid mengunjukan kepada Kasi Perencanaan TK/SD Disdik Subang, RA. Cipto Sumanardi, SPd, dan Cipto sendiri tidak bisa ditemui, namun memerintahkan stafnya untuk memberikan data penerima bantuan anggaran aspirasi APBNP.

      Data berbentuk hard copy, yakni data verifikasi dan data hasil survey kelayakan sekolah calon penerima bantuan rehabilitasi berat ruang kelas SD tahun 2012 di UPTD. Blanakan yang memperoleh bantuan SDN.Blanakan, SDN.Rawameneng, SDN.Sukamanah, sedangkan data penerima bantuan DAK 2012 sesuai dengan data yang diterima UPTD.Blanakan dari Disdik Subang sebanyak 5 sekolah yang mendapatkan, SDN.Tanjungbaru, SDN.Mekar Bakti, SDN.Bojongsari, SDN Wanajaya, dan SDN Cilamaya Girang.
      Dengan demikian, SDN.Tresnawinaya yang kondisi bangunannya parah yang layak memperoleh bantuan malah tidak mendapatkan bantuan dari 2 pos anggaran tersebut. maka dari itu orang tua murid, guru dan Kepala Sekolah mengharapkan agar pemerintah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Subang untuk menurunkan pembangunan tanggap darurat agar pada musim hujan mendatang para siswa bisa sekolah dengan tenang.(*).

        • Dibaca: 757 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info