Pasar Pamanukan, Sampah Bikin Kumuh Jalan dan Timbulkan Bau Menyengat

      PANTURA (MGO) - Warga Pamanukan, Subang mulai mengeluhkan pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di daerahnya. Selain membuat kumuh jalan, tumpukan sampah tersebut juga menimbulkan bau tidak sedap.

      Dari pantauan TPS yang berada di Desa Rancasari, Jl. Cece Zakaria, Kecamatan Pamanukan kondisinya memprihatinkan. Jalan kumuh dan bau tak sedap sudah menjadi pemandangan sehari-hari warga setempat dan yang melintas di jalur tersebut.

      Pasalnya, sampah-sampah yang tak tertampung di TPS berserakan dan nyaris menutup setengah bahu jalan. Kondisi itupun mulai dikeluhkan warga setempat. Apalagi, saat hujan turun, selain menimbulkan kesan kumuh dan bau menyengat, juga berpotensi menjadi sumber penyakit.

      "Kalau lewat jalan sini baunya gak enak banget, saya juga harus hati –hati takut terpeleset. Yang terpenting, kita hawatir ini menjadi bibit penyakit, apalagi kalau ada hujan," ujar wati (34) warga Desa Bongas yang melintas di jalan tersebut.

      Kepala Desa Rancasari Ujang Waridin menyatakan, penumpukan sampah tersebut karena tidak profesionalnya pengelolaan sampah. Ia menjelaskan kuantitas sampah yang dihasilkan, lebih banyak dari pada yang diangkut ke tempat pembuangan akhir.

      "Sampah-sampah itu diangkut ke TPA di Subang seminggu 3 kali, mungkin kalau ditambah lagi bak sampahnya dan lebih sering diangkut, sampah tidak terlalu menumpuk dan berceceran seperti ini," kata Ujang.

      Menambah bak sampah atau menambah jadwal pengangkutan sampah, tentu saja menjadi solusi bijak pemerintah yang menangani soal sampah itu. Selain murah dan efesien, mengambil kebijakan penanganganan sampah lebih cepat seperti itu jauh lebih bijak sebelum berjatuhan korban yang ditimbulkan dari dampak sampah.(*).

        • Dibaca: 354 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
        banner