PT.SMS Finance Tak Kenal Ampun, Konsumen Nunggak Langsung di Eksekusi, Gak Perlu Surat Peringatan

      kantor PT.SMS Finance CirebonCIREBON (MGO) – PT. Sinar Mitra Sepadan (SMS) Finance Cirebon Mobil tidak kenal ampun kepada konsumen yang membandel. Pasalnya perusahaan tersebut tidak lagi memerlukan surat peringatan (SP) bagi konsumen yang menunggak melainkan langsung di eksekusi tanpa aturan.
      Tindakan PT.SMS Finance Cirebon menimpa kepada seorang konsumen asal Indramayu berinisial MR, gara-gara angsuran kredit yang ke 26 hingga 29 pembiayaan unit mobil Mitsubishi-CD-FE.74 Nopol Nopol E 8058 PH hingga 12 Desember belum dibayar ahirnya unit mobil dieksekusi oleh yang mengaku eksekutor PT.SMS Finance Cirebon (12-12-2011).

      Bahkan menurut pihak konsumen, ketika terjadi eksekusi tanpa ada legal formal eksekusi yang jelas, dan boleh dikatakan tidak beratuaran, kenapa tidak ? karena eksekutor yang mengeksekusi unit mobil milik konsumen bukan dari tangan konsumen melainkan melalui sopirnya. Eksekutor tanpa menunjukan surat kuasa penarikan (SKP) unit mobil, dan bahkan formulir berita acara serah terima kendaraan tanpa diisi dengan lengkap oleh eksekutor, malahan eksekutor yang ditugaskan untuk mengeksekusi unit mobil identitasnya tidak jelas.

      Selain itu pihak eksekutor yang mengaku diperintah oleh pihak PT.SMS Finance pada saat mengeksekusi unit mobil terkesan memaksa kepada sopir mobil milik MR, sebut saja DG dipaksa oleh eksekutor untuk menanda tangani berita acara. Ahirnya konsumen kecewa datangi PT.SMS Finance namun hasilnya nihil, pihak PT.SMS Finance terkesan pengen menang sendiri.

      Kepala Cabang Leaseng SMS Finance Cirebon, Ernes menjelaskan bagi konsumen yang telah menunggak lebih dari 3 bulan tidak perlu lagi diberi surat peringatan, namun unit mobil langsung dikejar dimana pun berada untuk diamankan. termasuk Mitsubishi-CD-FE.74 Nopol Nopol E 8058 PH atas nama MR asal warga Indramayu yang telah 4 bulan menunggak. Unit tersebut dieksekusi karena beberapa kali pihaknya mengirimkan orang kepada MR, MR selalu tidak ada dirumah bahkan unit mobil pun tidak lagi ada dirumahnya, maka dari itu pihaknya mengirimkan eksekutor untuk mengejar unit mobil.

      Ketika ditanya kenapa eksekutor tidak dibekali Surat Kuasa Penarikan (SKP) unit mobil yang legal, pun eksekutor tidak dibekali sertifikasi penarikan dan juga surat Fidusia, kata Ernes eksekutor telah dibekali SKP, namun tentang sertifikasi Ernes tidak tahu, pun surat Fidusia masih berada di Jakarta.
      “Kita tidak perlu lagi memberikan surat peringatan kepada konsumen, SKP ada, Sertifikasi tidak tahu, surat Fidusia nanti saya ambilkan dulu di Jakarta,”jawab Ernes.(*).

        • Dibaca: 937 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
        banner