HPN Pertanyakan Asal Usul Tanah Yang Disertifikatkan oleh Pemda Subang

      altSUBANG (MGO) – Penjelasan tanah milik pemda Subang oleh Kepala DPPKAD Kab.Subang, Senin (10/10-2016), dipertanyakan Ketua HPN Subang. Pasalnya dari 6 sertipikat yang dimiliki pemda Subang asal usul tanahnya berasal dari mana.

      “Kalau benar ke enam tempat tanah milik pemda Subang telah disertifikatkan alas hak dan warkahnya dari mana?, berasal dari hibah, waris atau membeli. Karena pemilik tanah ke enam tempat hak atas tanah belum pernah menghibahkan, mewariskan atau memperjualbelikan,”ujar Ketua Himpunan Petani Nanas (HPN) Subang, Memet Humaedin ketika dihubungi Redaksi MGO melalui telepon selulernya.

      Apabila, dilanjutkan Memet, Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Subang, Ahmad Sobari menjelaskan dalam pemberitaan di mediagivalonline.com, bahwa sejumlah lokasi tanah milik pemda Subang yang telah bersetifikat, kiranya Kepala DPPKAD bisa menunjukan asal usul tanah tersebut.

      Karena sesuai dengan penetapan Pengadilan Negeri Subang pada tanggal 7 Agustus 2006 nomor 21/PDT.T/2006/PN.SBG seluas sekira 37 ribu hektar tanah eks HGU, yang digunakan oleh lembaga pemerintah, pengusaha swasta, BUMN dan masyarakat pemiliknya bernama M.Fatkhi Esmar,SH.MH., termasuk 6 lokasi yang telah disertifikatkan oleh pemda Subang. Yakni sertifikat No 70 seluas 807 m2, Sertifikat No 57 seluas 6.200 m2, sertifikat No 69 seluas 5.600 m2, sertifikat No 71 seluas 9.640 m2, sertifikat No 75 seluas 6.610 m2 dan sertifikat No 71 yang berlokasi di Karanganyar seluas 12.980 m2.,   

      Kalau tanah tersebut telah disertifikatkan oleh pemda Subang kalau warkahnya hibah atau waris siapa yang memberikan?, kalau hasil membeli, membeli dari siapa? Kapan membelinya?, berapa harganya?, dan menggunakan uang APBD atau APBN.

      “Saya harapkan Kepala DPPKAD dan Bupati bisa menunjukan sertifikat tersebut agar Saya bisa tahu tanah tersebut disertifikatkan atas warkah dari siapa,”jelas Memet sang pejuang status tanah.

      Termasuk, ditambahkan Memet, tanah yang telah digunakan oleh PT.Taekwang, yang katanya periode 11 Mei 2012 s/d 4 Juni 2013 disewa senilai Rp.74.153.772, periode 5 Juni 2013  s/d  4 Juni 2014 disewa senilai Rp.87.630.276, dan periode 5 Juni 2014 s/d 4 Juni 2015 disewa senilai Rp.108.918.693, dan untuk periode berikutnya katanya akan dibayarkan sewa per bulan dengan nilai Rp.9.076.557.

      “Pertanyaannya, uang sewa tersebut dikemanakan?, untuk membiayai kegiatan apa?, karena pemilik tanah yang sah tidak pernah diberi tahu,dan tidak pernah menerima uang sewa tersebut,”tambahnya.(*).

        • Dibaca: 459 kali

        TCE-Plugin by www.teglo.info

         
                          

        Berita Terbaru

        Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan Kapolsek Purwadadi Pimpin Upacara Hari Pahlawan SUBANG (MGO) - Kapolsek Purwadadi Kab.Subang, Kompol Supratman S.sos memimpin langsung upacara peringatan Hari Pahlawan Nasiona...
        759 Anggota PPS Diambil Sumpah 759 Anggota PPS Diambil Sumpah SUBANG (MGO) – Sebanyak 759 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 253 desa dan kelurahan di Kabupaten Subang dilant...
        Bupati : Wadah Nelayan PNTI Bupati : Wadah Nelayan PNTI SUBANG (MGO) – Bupati Subang, Imasa Aryumningsih menyatakan nelayan memiliki wadah dan media untuk menyalurkan keluhan se...
        Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa Fungsi BPD Bukan Oposisi Kepala Desa SUBANG (MGO) - Fungsi BPD di Kabupaten Subang bukan merupakan opsisi Kepala Desa (Kades) akan tetapi inovasinya untuk mengelola...
        PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PT.Saneka Kontraktor Drainase Tertutup Bagi Publik PANTURA (MGO) - Kontraktor PT.Saneka yang mengerjakan proyek Drainase Cikampek-Sukamandi terkesan tertutup bagi publik.Pasalnya...